Menentukan titik air dengan Tekhnik Geolistrik

Geolistrik merupakan studi untuk mengetahui penyebaran batuan di bawah permukaan tanah secara tegak maupun mendatar yang dapat bertindak sebagai akuifer (lapisan pembawa airtanah) dan untuk menentukan letak titik sumur bor di lokasi pendugaan. 
  • METHODA PENYELIDIKAN
Dalam melakukan interpretasi data dan menganalisa air bawah tanah di daerah pendugaan dengan cara beberapa tahap yaitu:

Tahap pertama:
Mengevaluasi peta geologi, peta hidrogeologi, peta rupabumi dan mengidentifikasi kondisi air tanah baik dari sumber mataair, maupun dari sumur penduduk.

Tahap ke dua:
Dengan melakukan pendugaan geolistrik methoda Resistivity untuk mengetahui susunan satuan batuan yang mampu menyimpan atau lapisan pembawa air (akuifer).

  •   LATAR BELAKANG
Pada umumnya proses air tanah terbentuk karena meresapnya air dari permukaan kedalam lapisan batuan. Air permukaan yang mengalami proses peresapan akan bergerak bebas mengikuti dan mengisi pori-pori, celah-celah dan rongga atas batuan tersebut.

Air tanah yang terkandung pada perlapisan batuan tergantung kepada kepadatan, umur batuan, susunan butiran dan ukuran butiran batuan. Pemerataan dan penyebaran air tanah dapat deskripsikan secara vertikal dan horisontal sesuai dengan penyebaran formasi batuan yang mampu menyimpan dan membawa air (permeable) atau yang disebut akuifer.

Akuifer sangat dipengaruhi oleh tingkat porositas dan permeabilitas batuan itu sendiri. Lapisan batuan yang tidak mampu mengalirkan air disebut lapisan kedap (impermeable). Sedangkan lapisan batuan yang tidak mampu menyimpan dan tidak mampu meloloskan air disebut akuifug.

Kebutuhan air tanah merupakan kebutuhan pokok semua kehidupan, baik untuk kebutuhan sehari-hari, pertanian, perindustrian dan lain-lain. Karena pertumbuhan penduduk meningkat, kebutuhan air juga ikut meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan air tersebut diharapkan dengan cara melakukan pengeboran dalam.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, perencanaan pengeboran perlu ditunjang dengan kajian studi geofisika, yaitu pendugaan Geolistrik. Pendugaan ini untuk mempelajari sifat fisika batuan terhadap arus listrik. Karena pada dasarnya semua jenis batuan berbeda sifatnya dalam menghantarkan arus listrik, tergantung oleh beberapa faktor antara lain:

- kerapatan susunan batuan.
- porositas dan permeabilitas.
- bentuk dan ukuran pori.
- umur batuan.
- kandungan elektrolit.
- kandungan mineral dan lai-lain.

Pendugaan geolistrik pada dasarnya memanfaatkan sifat kelistrikan pada suatu formasi batuan terhadap arus listrik yang diinjeksikan searah ke dalam bumi melalui dua elektroda arus pada dua titik ;permukaan bumi. Kedua elektroda potensial ditempatkan berdasarkan susunan konfigurasi elektroda tertentu. Untuk kajian yang tepat studi ini adalah konfigurasi Schlumberger.

Konfigurasi elektroda Schlumberger menempatkan susunan elektroda dimana dua elektroda (MN) ditempat diantara dua elektroda arus (AB). Pada saat pengukuran, elektroda arus (AB) dan elektroda potensial (MN) akan dipindah sesuai dengan jarak yang telah ditentukan, yaitu jarak elektroda (MN/2)< 1/5 jarak elektroda arus (AB/2).

  • TUJUAN PENYELIDIKAN
Pendugaan geolistrik ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai penyebaran dan pemerataan lapisan batuan yang sanggup menyimpan dan meloloskan air (akuifer). Selain itu pendugaan geolistrik untuk mengetahui gambaran susunan lapisan batuan di bawah permukaan tanah seperti ketebalan, kedalaman, jenis batuan dan kekerasan batuan sehingga nantinya akan membantu perencanaan pengeboran dan anggaran biaya pengeboran.

Related Post



Posting Komentar